Atasi Darah Tinggi dengan Jeli Gamat

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita hipertensi (darah tinggi), maka harus diukur terlebih dulu tekanan darah yang bersangkutan. Tekanan darah sebenarnya adalah tekanan yang terjadi pada darah di dalam pembuluh arteri saat jantung memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Ada dua parameter yang digunakan untuk mengukur tekanan darah seseorang, sistolik (tekanan atas) dan diastolik (tekanan bawah). Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada pembuluh arteri saat jantung berdenyut. Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung beristirahat di antara jeda pemompaan. Sebagai contoh, dari hasil pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 140/90, artinya 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan sistolik sedangkan angka kedua (90) menunjukkan tekanan diastolik. Continue reading →

Komplikasi Akibat Diabetes

”Pasien cuci darah terbanyak biasanya pengidap diabetes dan kemudian diikuti darah tinggi,” ujar Dante Saksono Harbuwono, spesialis penyakit dalam dari Divisi Metabolik dan Endokrin Universitas Indonesia, dalam acara ajang wicara tentang diabetes pada Women Health Expo, Jumat (5/2/2010).

Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pengidap diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu nya ialah gagal ginjal yang menyebabkan pengidap terpaksa cuci darah.

Sekadar gambaran, pada studi di Amerika, dari 100 persen pasien cuci darah, sekitar 43 persen di antaranya merupakan pengidap diabetes, 28 persen pengidap darah tinggi, dan selebihnya karena penyakit lain. Continue reading →

Risiko Serangan Jantung Diramalkan Dari Kadar Komponen Darah

Darah ibarat bola kristal yang selalu bisa meramalkan risiko serangan jantung selain dari tekanan darah, risiko tersebut juga bisa dilihat dari kadar komponen-komponen di dalamnya.
Berikut adalah beberapa komponen darah yang bisa meramalkan kondisi kesehatan jantung. (Dikutip dari AskMen, Rabu, 10/11/2010) :

  • Apolipoprotein B (apo B) , Protein ini merupakan petunjuk kadar LDL atau kolesterol jahat di dalam darah. Kadar LDL penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Apolipoprotein E4 (apo E4) , Kemampuan tubuh untuk merespons perubahan pola makan ditunjukan dengan kadar apo E4 di dalam darah. Tes untuk mengukur kadar komponen ini dapat memprediksi risiko serangan jantung yang sebenarnya, lebih akurat dibanding apo B.
  • Chlamydia Pneumoniae , Bakteri ini sebenarnya adalah penyebab utama radang paru-paru atau pneumonia. Namun keberadaannya di dalam darah bisa menunjukkan risiko tinggi untuk mengalami serangan jantung koroner.
  • C-reactive protein (hs-CRP) , Protein ini merupakan komponen darah yang menunjukkan adanya inflamasi atau radang yang terjadi di pembuluh darah arteri. Dibandingkan kadar LDL, kadar hs-CRP 2 kali lebih akurat memperkirakan risiko serangan jantung.
  • Fibrinogen , Ketika terjadi luka, komponen ini bertanggung jawab untuk menghentikan darah yang mengucur dengan cara membekukan darah di permukaan luka. Jika ditemukan dalam kadar tinggi di dalam pembuluh darah, besar kemungkinannya untuk terjadi penyumbatan yang memicu stroke atau serangan jantung.
  • HDL2b , Komponen ini merupakan jenis kolesterol baik (HDL) yang memberikan perlindungan terbaik bagi jantung dengan cara menyingkirkan kolesterol jahat (LDL). Seseorang berada dalam risiko tinggi untuk mengalami serangan jantung jika kadar HDL2b di dalam darah sangat kecil.
  • Homocysteine , Merupakan produk sampingan dari metabolisme asam amino yang dihasilkan secara alami di dalam tubuh dan akan dibuang jika sudah tidak dibutuhkan. Apabila kadarnya di dalam darah sangat tinggi, artinya ada gangguan metabolisme yang bisa memicu serangan jantung.
  • Lipoprotein (a) [Lp(a)] , Keberadaan protein ini di dalam darah menunjukkan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 300 persen, bahkan ketika komponen darah lainnya berada dalam level normal.
  • Small Dense LDL , Merupakan jenis kolesterol jahat (LDL) dengan ukuran paling kecil dan lebih padat dibandingkan LDL yang lain. Seseorang yang memiliki kadar small dense LDL tinggi punya risiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung.

Darah yang kotor bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, sehingga aliran darah terhambat. Penyumbatan itu bisa menyebabkan kegagalan fungsi jantung, bahkan juga bisa memicu stroke jika terjadi pada aliran darah ke otak. Kondisi darah ini perlu kita ketahui sebagai penyelamat serangan jantung yang kadang datang secara tiba – tiba tanpa diketahui.

%d bloggers like this: