Kandungan Jelly Gamat Gold-G

Kandungan Jelly Gamat Gold-G dari beberapa hasil penelitian sangatlah besar dan berguna bagi kesehatan dan pengobatan penyakit. Jelly Gamat Gold-G adalah ramuan sari teripang atau sering disebut sebagai ekstrak teripang saat ini telah diolah dan dikemas kedalam bentuk cair / jelly, yang sering dikenal dengan nama  Jelly Gamat Gold-G. Jelly Gamat Gold-G telah diolah secara alami dengan beberapa kali proses penyulingan,  sehingga mudah dikonsumsi, tidak amis dan tidak berbau lagi.  Sebelum mengkonsumsinya tentu kita ingin mengetahaui bagaimana apa saja kandungan jelly gamat gold-g dan manfaat dari Jelly Gamat ini bagi kesehatan?

kandungan jelly gamat gold-g

Kandungan Jelly Gamat Gold-G

Kandungan gizinya terdiri dari :

  1. Protein 86,8%
  2. Kolagen 80,0%
  3. Mineral
  4. Mukopolisakarida
  5. Glucasaninoglycans (GAGs)
  6. Antiseptik alamiah
  7. Chondroitin
  8. Omega-3, 6, dan 9
  9. Asam Amino Continue reading →

Sinusitis Berkepanjangan Berakhir

Emah Suhaemah wanita yang tinggal di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat  mengalami salesma berkepanjangan. Kondisi itu mendorong perempuan 66 tahun itu bergegas memeriksakan diri ke dokter. Ahli medis mendiagnosis alergi sehingga meresepkan obat antibiotik. Emah minum antibiotik itu 3 kali sehari. Namun, begitu obat dari dokter habis, penyakit kembali menyergap. Malahan penderitaan Emah makin parah. Menghirup udara dingin atau sekadar ke kamar mandi pada pagi hari sudah cukup mengundang bersin. Continue reading →

Manusia Akan Terus Hidup Dengan Kuman

Berbekal ilmu pengetahuan, manusia bisa saja menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman. Namun secara global manusia tidak pernah bisa memberantas kuman sebab akan selalu muncul jenis kuman baru. Meski riset untuk menemukan antibiotik baru selalu dilakukan, kemunculan kuman baru baik yang berupa virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya tidak pernah bisa dihindarkan. Sampai kapanpun manusia akan terus hidup berdampingan dengan kuman. Virus flu misalnya, dari masa ke masa selalu bermutasi sehingga memunculkan virus baru seperti flu burung dan flu babi. Sementara itu berbagai jenis bakteri mulai banyak yang membentuk kekebalan terhadap antibiotik sehingga tidak mempan lagi diobati. Continue reading →

%d bloggers like this: