Gamat | Gold-G | Jeli Gamat | Jelly Gamat Gold-G - Pusat penjualan jelly gamat gold-g, berguna untuk melancarkan peredaran darah, mencegah kolesterol, maag, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan kadar metabolisme, diabetes mellitus dan hipertensi.

Flu Tulang Membaik Setelah Konsumsi Jelly Gamat dan Spirulina


N a m a :  Supianto
Usia :  34 tahun
Keluhan :  Flu Tulang
Jenis Produk :  Jelly Gamat Gold G, Cyano Spirulina

Saya didiagnosa dokter terserang penyakit flu tulang, pada waktu bangun tidur seluruh badan terasa ngilu dan lemas. Kemudian saya diberi Jelly Gamat Gold-G sebanyak 3 sendok makan dan kemudian saya oles berulang kali. Setelah 3 hari benar-benar ajaib, karena tiba-tiba sakit yang saya rasakan di seluruh tubuh berkurang banyak. Kemudian saya juga mengkonsumsi spirulina (Cyano Spirulina) dan keesokan harinya saya sudah bisa bekerja kembali.

Hal Yang Mempengaruhi Naiknya Asam Lambung

Naiknya asam lambung dari perut menuju kerongkongan atau dikenal denga istilah refluks, menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar di sekitar dada, tenggorokan dan kerongkongan. Refluks terjadi ketika katup yang menghubungkan lambung dengan kerongkongan tidak menutup sempurna. Tidak diketahui pasti apa penyebabnya, namun beberapa hal yakni kebiasaan merokok, kehamilan dan obesitas merupakan faktor risiko yang bisa memicunya. Meski memiliki faktor-faktor risiko tersebut, seseorang tetap bisa mencegah terjadinya refluks atau setidaknya mengurangi risikonya. Dikutip dari Foxnews, Kamis (11/11/2010), beberapa hal yang bisa mempengaruhi refluks asam lambung adalah sebagai berikut :

Baca Selengkapnya »

Hipertensi Si Pembunuh Diam-Diam

Hipertensi atau juga dikenal dengan darah tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini semakin sering dikeluhkan dan terus melanda manusia modern. Hal ini sangat mungkin terjadi karena perubahan gaya hidup dan pola makan yang serba instan dan tidak sehat. Lihatlah berbagai cafe dan Mall yang menyediakan berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya hipertensi atau memperberat terjadinya hipertensi, karena pada umumnya makanan yang disajikan mengandung tinggi garam. Baca Selengkapnya »

Latihan Untuk Melancarkan Peredaran Darah Penderita Diabetes

Latihan untuk Melancarkan Peredaran Darah penderita Diabetes

Pengerasan atau penyempitan pembuluh darah di kaki pendetita diabetes bisa mengakibatkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar. Sirkulasi darah yang buruk atau tidak lancar akan menimbulkan rasa dingin, panas bahkan nyeri.

Bila sirkulasi atau peredaran darah yang buruk terjadi terus-menerus, penderita diabetes akan mengalami gangguan kaki diabetik dan meningkatkan risiko amputasi bahkan kematian.

Beberapa hal dapat dilakukan untuk melancarkan peredaran darah. Salah satunya dengan latihan olahraga. Berikut beberapa latihan olahraga yang dapat meningkatkan sirkulasi darah pada pasien diabetes, seperti dilansir Livestrong, Selasa (8/11/2011):

1. Aerobik
American Diabetes Association merekomendasikan latihan aerobik sebagai cara untuk meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Bentuk olahraga aerobik yang berfokus pada tubuh bagian bawah meliputi berjalan, menari, bersepeda dan berenang. Gunakan sepatu yang nyaman untuk memberikan kaki  bantalan dan dukungan selama latihan aerobik, sehingga terhindar dari luka dan lecet yang bisa menyebabkan infeksi.

2. Peregangan
American College of Sports Medicine merekomendasikan dua sesi mingguan yang menggabungkan peregangan otot-otot utama. Melakukan peregangan ekstra pada pergelangan kaki betis dan kaki dapat meningkatkan sirkulasi negatif terkena diabetes. Peregangan otot-otot tegang dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan sirkulasi darah di seluruh tubuh.

3. Rotasi pergelangan kaki
Rotasi pergelangan kaki dapat meningkatkan aliran darah dan sirkulasi di pergelangan kaki, telapak kaki dan tungkai kaki. Caranya, duduk di kursi dan istirahatkan kaki di tanah.

Angkat kaki kanan kira-kira 30 cm dari tanah dan gerakan jari-jari ke arah menjauh dari tubuh. Gerakan jempol kaki membentuk lingkaran besar ke kanan. Jaga tungkai kaki dalam keadaan stabil dan biarkan pergelangan kaki dan telapak kaki yang bekerja. Setelah 10 lingkaran, ganti arah dan lakukan gerakan yang sama dengan kaki kiri.

Selasa, 08/11/2011 07:10 WIB
diolah dari detikHealth

Wanita Terserang Osteoporosis Sejak Muda

Penyakit osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, mak tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadi osteoporosis.

Berdasarkan hasil riset, dari lima pria di Indonesia satu orang terkena osteoporosis. Terlebih lagi wanita, yang dari muda mulai berkurang hormon estrogennya lebih rentan terserang osteoporosis, dari tiga orang wanita, satu orang terkena osteoporosis.

Jumlah penduduk Indonesia yang menderita osteoporosis saat ini meningkat. Hal ini didasari jumlah perokok di Indonesia berada di urutan dua dunia di bawah China-Tiongkok.

Menurut  Prof. Dr. Ichramsjah Rachman yang juga merupakan Ketua Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Penderita osteoporosis rata-rata berada pada usia 50 tahun ke atas. Lebih dari 50 % keretakan osteoporosis pinggang di seluruh dunia kemungkinan terjadi di Asia pada tahun 2050. Prevalensi osteoporosis pada umur kurang dari 70 tahun untuk perempuan sebanyak 18-36 %, sedangkan pria 20-27 %, untuk umur di atas 70 tahun untuk perempuan 53,6 % dan pria 38%.

(sumber : suara pembaharuan online, jumat, 2007)

Mendengkur Pertanda Awal Sakit Jantung

Mendengkur alias ngorok dialami hampir semua orang terutama jika tidur dalam kondisi yang sangat lelah. Tapi bila orang ngorok setiap hari dengan suara yang keras, bisa meningkatkan risiko dan pertanda awal jantung. Orang yang mendengkur keras, mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun dengan perasaan lelah lebih sering terkantuk-kantuk di tempat kerja. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
Dalam studi tersebut, peneliti di University of Pittsburgh mempelajari lebih dari 800 orang antara usia 45 dan 74 tahun mengenai kualitas tidurnya. Tiga tahun kemudian, orang-orang yang melaporkan mendengkur keras dua kali lebih mungkin mengalami sindrom metabolik, yaitu faktor risiko penyakit jantung, diabetes dan stroke. Baca Selengkapnya »