Hipertensi Si Pembunuh Diam-Diam

Hipertensi Si Pembunuh Diam-Diam

Hipertensi atau juga dikenal dengan darah tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini semakin sering dikeluhkan dan terus melanda manusia modern. Hal ini sangat mungkin terjadi karena perubahan gaya hidup dan pola makan yang serba instan dan tidak sehat. Lihatlah berbagai cafe dan Mall yang menyediakan berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya hipertensi atau memperberat terjadinya hipertensi, karena pada umumnya makanan yang disajikan mengandung tinggi garam.

Ditambah lagi gaya hidup yang akrab dengan alkohol dan rokok tak pelak lagi juga menjadi pemicu dan memperberat gejala hipertensi yang mungkin sudah ada. Nah jadi sebenarnya darah tinggi atau hipertensi sangat dekat sekali dengan kita, jangan-jangan kita sendiri sudah ada gejala darah tinggi tanpa kita sadari. Dan memang gejala hipertensi sering tidak menimbulkan gejala awal, seseorang baru menyadarinya setelah datang kedokter untuk keluhan sakit flu misalnya , dan dokter secara bijak memeriksakan tekanan darahnya……..Lho pak kok tekanan darah anda cukup tinggi nihh…?!    Tekanan darah anda 150 /100 !

Demikianlah seringkali tekanan darah tinggi pada seseorang ditemukan pada saat kebetulan untuk keluhan yang tak berhubungan dengan darah tinggi, karenanya penyakit darah tinggi sering disebut “si pembunuh diam-diam / silent killer” karena tidak menimbulkan keluhan dan gejala. Tekanan darah yang lazimnya diukur di lengan atas dengan alat pengukur tekanan darah, menunjukkan tekanan pada dinding pembuluh darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Ada 2 (dua) angka yang dicatat sewaktu mengukur tekanan darah, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan darah 130/80 mmHg, angka 130 adalah tekanan sistolik yang menunjukkan tekanan pada dinding pembuluh darah sewaktu jantung memompa darah, dan angka 80 disebut tekanan diastolik yang menunjukkan tekanan pada dinding pembuluh darah ketika jantung sedang dalam keadaan relaks. Pengukuran tekanan darah paling baik dilakukan dalam keadaan berbaring dan setelah istirahat 10 – 15 menit.

Sampai saat ini masih ada beberapa pendapat mengenai tekanan darah yang normal, ada yang memakai 130 / 80  dan ada yang 140 / 90 masih masuk dalam katagori normal. Tekanan darah bervariasi secara alamiah, semasa bayi dan kanak-kanak tekanan darah lebih rendah daripada orang dewasa. Tekanan darah dipengaruhi oleh aktivitas fisik, sehingga tekanan darah akan lebih tinggi setelah melakukan aktivitas fisik daripada ketika sedang istirahat. Tekanan darah pada posisi berbaring akan lebih rendah daripada ketika diukur dalam posisi duduk dan berdiri.
Hipertensi karena sering tidak menimbulkan keluhan dan gejala, sehingga yang terkena tekanan darah tinggi tidak menyadari selama bertahun-tahun, sedangkan keadaan tekanan darah yang terus menerus tinggi dalam waktu yang lama, diam-diam akan menimbulkan kerusakan pada organ-organ tubuh sebagai berikut :

– Otak : mengakibatkan serangan stroke ,

– Jantung : mengakibatkan penyakit jantung koroner, infark otot jantung, gagal jantung ,

– Ginjal : menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal

– Mata : menyebabkan kelainan di retina (selaput penglihatan) yang disebut retinopati hipertensi, yang dapat mengakibatkan buta

Deteksi dini dan berkala terhadap hipertensi dapat dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala ketika berkonsultasi ke dokter atau dengan melakukan medical check-up. Dokter lazimnya akan melakukan pengukuran tekanan darah sebanyak dua kali atau lebih kunjungan , dan bila selalu tekanan darah selalu tinggi , maka dapat dikatakan pasien tersebut telah terkena darah tinggi. Penyebab hipertensi pada orang dewasa adalah karena terjadinya perubahan di pembuluh darah disebabkan faktor usia, yaitu :

– Meningkatnya resistensi vaskuler karena pembuluh darah menjadi lebih kaku

– Aktivitas plasma – renin berkurang sehingga cairan di dalam sirkulasi darah bertambah

– Beban ventrikel kiri jantung bertambah, mengakibatkan terjadinya hipertrofi/penebalan otot ventrikel kiri jantung

Beberapa faktor resiko yang telah diketahui dapat mengakibatkan hipertensi, yaitu :

– Obesitas / kegemukan

– Kadar kolesterol tinggi didalam darah ( hiperkolesterolemia )

– Diabetes Mellitus / penyakit kencing manis

– Alkohol/Merokok

– Kurang olahraga

– Hidup dalam suasana yang stress / penuh tekanan dalam waktu yang lama

Untuk menghindari timbulnya hipertensi, khususnya pada mereka yang mempunyai faktor resiko, disarankan untuk melakukan upaya-upaya mengendalian faktor resiko dengan :

– Mengatasi obesitas / kegemukan dengan diet rendah kalori, rendah lemak / kolesterol, tetapi kaya serat dan protein. Memperbanyak makan sayuran, buah-buahan.

– Mengurangi asupan garam secara bertahap dengan mengurangi makanan cepat saji / fast food

– Melakukan olahraga dengan teratur, 3-4 kali seminggu, masing-masing selama 30 – 45 menit. Bisa dengan senam, jalan cepat, senam pernafasan , dll.

– Menghindari stress dan menciptakan suasana hidup yang menyenangkan. Belajar dan melakukan metode relaksasi seperti meditasi/hening yang dapat mengontrol sistem syaraf dan menenangkan.

-Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Dokter pasti akan memberikan obat anti hipertensi bila tekanan darah tidak dapat dikendalikan secara memuaskan melalui upaya-upaya tanpa obat. Tujuan pemberian obat anti hipertensi adalah untuk mengendalikan tekanan darah, agar dapat berada di dalam batas normal, atau setidaknya jangan sampai masuk pada stadium 1 , sehingga dapt meningkatkan kualitas hidup pasien dan akan mencegah terjadinya kerusakan pada organ-organ lain. Seseorang yang harus minum obat anti hipertensi untuk mengendalikan tekanan darahnya, bisa dikatakan harus minum obat terus menerus selama hidupnya, namun kepatuhan minum obat dan upaya mengendalikan faktor resiko akan dapat meminimalkan dosis obat. Konsultasi berkala kepada dokter tetap harus dilakukan untuk mendeteksi dini kelainan pada organ-organ tubuh yang mungkin terkena akibat tekanan darah tinggi. Pada banyak penyandang hipertensi awal dan telah melakukan upaya – upaya mengurangi faktor resiko, tekanan dapat kembali normal tanpa obat , oleh karena itu periksalah tekanan darah Anda secara berkala pada dokter.

Diolah dari Formulasehat.com, Oktober 2009 Penulis: Arie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: